Hidup itu hanyalah sebuah ilusi yang kadang - kadang yang nyata menjadi tidak nyata begitupun sebaliknya. Tapi di balik itu ternyata ada sebuah rasa yang dinamakan sugesti ( mempengaruhi diri sendiri ). Sugesti adalah kemampuan diri kita dalam memberi pengaruh terhadap diri
untuk memiliki keyakinan kuat atas keputusan atau pilihan-pilihan yang
kita ambil. Auto sugesti sangat dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar
yang kita miliki. Umumnya kita mengenal dua macam pikiran. Yaitu
“pikiran sadar” dan “pikiran bawah sadar”.
Pikiran bawah sadar
yang kita miliki dapat menjadi mekanisme pencapaian kesuksesan maupun
mekanisme kegagalan. Apabila kita mengangankan sesuatu dan optimis
untuk melakukan proses pencapaiannya maka secara otomatis pikiran bawah
sadar yang kita miliki menjadi mekanisme kesuksesan. Sebaliknya ketika
apa yang kita inginkan dihantui kekhawatiran, pesimis dan was-was akan
gagal maka secara otomatis pikiran bawah sadar kita akan berfungsi
sebagai mekanisme kegagalan.
Pikiran bawah sadar dalam diri kita
merupakan bagian terpenting dalam memberikan sugesti sukses maupun
sugesti gagal. Sebagai ilustrasi yang akan membantu kita mendapatkan
gambaran tentang pikiran bawah sadar;
“Sepotong besi baja tidak akan
mampu menarik dan mengangkat sepotong jarumpun tanpa diberi daya
magnet. Namun ketika baja tersebut diberikan daya magnet maka baja
tersbut akan mampu menarik dan mengangkat besi lain yang beratnya
beberapa kali lipat besi baja tersebut. Pikiran bawah sadar itulah daya
magnet yang harus kita asah dan kita latih agar mampu memberikan suplai
energi positip untuk pencapaian tujuan yang kita miliki.
Tetapi dibalik semua itu hanya Allah SWT yang sanggup mambulak - balikan pikiran seorang hambanya. Jadi manusia sebenarnya hanya berjalan di tempat melewati ruang dan waktu.
KATA MUTIARA
” Jangan terlalu menyayangi seseorang, kelak kita akan membencinya.
Jangan pula terlalu membenci seseorang,kelak kita akan menyayanginya.”
“Usah tangisi akan perpisahan sebaliknya tangisi akan pertemuan. Tanpa pertemuan, maka tiadalah perpisahan”
” Berfikir secara rasional tanpa dipengaruhi oleh naluri atau emosi merupakan
satu cara menyelesaikan masalah yg paling berkesan”
"Musthafa Assibai berkata: Setengah pintar yang disertai tawadhu
(rendah hati) lebih disenangi oleh hati manusia dan lebih bermanfaat
bagi masyarakat dibandingkan dengan kecerdasan dan kepandaian yang
tinggi yang disertai dengan kesombongan."
"Ingatlah selalu hal yang membedakan seorang yang mulia dan seorang
yang bodoh : Orang Bijak selalu menyalahkan dirinya, orang bodoh akan
menyalahkan orang lain."
"Janganlah menghina makhluk kerana Allah tidak pernah menghinanya saat
Dia menciptakannya. Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk tidak dengan
sia-sia."
"Janganlah menghina makhluk kerana Allah tidak pernah menghinanya saat
Dia menciptakannya. Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk tidak dengan
sia-sia."
"Menunggu sangatlah mengesalkan, membosankan dan menggelisahkan.
Begitu juga dengan seorang pemalas, yang seumur-umur hanya menunggu
waktu yang tidak kunjung berakhir"
“Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna utk menjelaskan perasaan.
Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan”