Selasa, 31 Juli 2012

Hidup itu hanyalah sebuah ilusi yang kadang - kadang yang nyata menjadi tidak nyata begitupun sebaliknya. Tapi di balik itu ternyata ada sebuah rasa yang dinamakan sugesti ( mempengaruhi diri sendiri ). Sugesti adalah kemampuan diri kita dalam memberi pengaruh terhadap diri untuk memiliki keyakinan kuat atas keputusan atau pilihan-pilihan yang kita ambil.  Auto sugesti sangat dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar yang kita miliki.  Umumnya kita mengenal dua macam pikiran. Yaitu “pikiran sadar” dan “pikiran bawah sadar”.

Pikiran bawah sadar yang kita miliki dapat menjadi mekanisme pencapaian  kesuksesan maupun mekanisme kegagalan.  Apabila kita mengangankan sesuatu dan optimis untuk melakukan proses pencapaiannya maka secara otomatis pikiran bawah sadar yang kita miliki menjadi mekanisme kesuksesan. Sebaliknya ketika apa yang kita inginkan dihantui  kekhawatiran, pesimis dan was-was  akan gagal maka secara otomatis pikiran bawah sadar kita akan berfungsi sebagai mekanisme kegagalan.

Pikiran bawah sadar dalam diri kita merupakan bagian terpenting dalam memberikan sugesti sukses maupun sugesti gagal.  Sebagai ilustrasi yang akan membantu kita mendapatkan gambaran tentang pikiran bawah sadar;
“Sepotong besi baja tidak akan mampu menarik dan mengangkat sepotong jarumpun tanpa diberi daya magnet.  Namun ketika baja tersebut diberikan daya magnet maka baja tersbut akan mampu menarik dan mengangkat besi lain yang beratnya beberapa kali lipat besi baja tersebut. Pikiran bawah sadar itulah daya magnet yang harus kita asah dan kita latih agar mampu memberikan suplai energi positip untuk pencapaian tujuan yang kita miliki.
 Tetapi dibalik semua itu hanya Allah SWT yang sanggup mambulak - balikan pikiran seorang hambanya. Jadi manusia sebenarnya hanya berjalan di tempat melewati ruang dan waktu.

KATA MUTIARA

” Jangan terlalu menyayangi seseorang, kelak kita akan membencinya.
Jangan pula terlalu membenci seseorang,kelak kita akan menyayanginya.”

“Usah tangisi akan perpisahan sebaliknya tangisi akan pertemuan. Tanpa pertemuan, maka tiadalah perpisahan”

” Berfikir secara rasional tanpa dipengaruhi oleh naluri atau emosi merupakan
satu cara menyelesaikan masalah yg paling berkesan”

"Musthafa Assibai berkata: Setengah pintar yang disertai tawadhu (rendah hati) lebih disenangi oleh hati manusia dan lebih bermanfaat bagi masyarakat dibandingkan dengan kecerdasan dan kepandaian yang tinggi yang disertai dengan kesombongan."

"Ingatlah selalu hal yang membedakan seorang yang mulia dan seorang yang bodoh : Orang Bijak selalu menyalahkan dirinya, orang bodoh akan menyalahkan orang lain."


"Janganlah menghina makhluk kerana Allah tidak pernah menghinanya saat Dia menciptakannya. Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk tidak dengan sia-sia."

"Janganlah menghina makhluk kerana Allah tidak pernah menghinanya saat Dia menciptakannya. Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk tidak dengan sia-sia."

"Menunggu sangatlah mengesalkan, membosankan dan menggelisahkan. Begitu juga dengan seorang pemalas, yang seumur-umur hanya menunggu waktu yang tidak kunjung berakhir"


“Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna utk menjelaskan perasaan.
Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar